Pengalaman Tes CPNS

Di tengah masa sulit mencari pekerjaan, menjadi PNS merupakan dambaan hampir setiap lulusan perguruan tinggi maupun sekolah menengah atas. Aku sendiri juga merupakan produk lulusan pada awal masa krisis, tepatnya April 1998, dimana lapangan pekerjaan semakin sempit, sementara lulusan semakin banyak. Saat itu lowongan PNS juga semakin sempit dengan adanya kebijakan minus growth akibat krisis moneter. Hampir semua departemen tidak menerima lowongan, kecuali Departemen Keuangan dan Pemerintah Daerah. Satu-satunya jalan akhirnya saya hanya melamar ke Pemda Propinsi Jawa Barat, karena cuma itu yang menerima lowongan sesuai dengan kualifikasi sarjanaku (Teknik Planologi). Pendaftaran hanya dibuka selama 4 hari saja dan harus lewat pos. Untungnya segala persyaratan telah kumiliki, antara lain kartu kuning, ijazah yang telah dilegalisir, surat keterangan sehat dari dokter yang diakui pemerintah (bisa dokter puskesmas atau RSUD), dan surat keterangan kelakuan baik (sekarang SKCK) dari Polres (untuk PNS biasanya harus setingkat Polres, bukan Polsek). Tapi saat itu sempat stress juga karena transkrip belum keluar (enam bulan setelah kelulusan) sehingga aku harus pontang panting mengurust transkrip sementara. Dan transkrip sementara baru selesai tepat pada hari terakhir pendaftaran!!

Dengan tergopoh-gopoh aku lengkapi amplop surat lamaran dan langsung menuju kantor pos besar di alun-alun Bandung (karena kalau kantor pos setempat khawatir telat sampai euy). Waktu menunjukkan pukul empat sore, ketika aku sampai di halaman kantor pos. Penuh sekali waktu itu dengan para pelamar sejenis yang hendak memasukkan lamaran. Dengan sedikit bersabar aku mengantri sambil berharap-harap cemas, semoga belum tutup loketnya….

Alhamdulillah, sampai juga aku di depan loket, langsung saja surat lamaran ditimbang, dan bayar kilat khusus Rp. 2000 (waktu itu). Surat sudah terkirim, tinggal usaha dan doa, semoga lulus persyaratan administrasi, minimal mereka tidak tahu kalau transkripku sebenarnya masih sementara yang dilegalisir.

Tak terasa, tiga minggu berlalu, aku jatuh sakit typhus, sehingga gak bisa pergi kemana-mana, termasuk ke Bandung. Padahal aku sudah kembali ke rumah orang tuaku di Jakarta. Hari itu tukang pos datang, mengirimkan surat balasan dari Biro Kepegawaian Propinsi Jawa Barat yang mengabarkan bahwa aku lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti ujian tertulis di Bandung, sekaligus di dalamnya terselip kartu ujian tertulis. Alhamdulillah ya Alloh, aku lolos tahap pertama dan bersiap mengikuti tes empat hari kemudian. Tetapi bagaimana dengan kondisiku yang masih terbaring lemah di tempat tidur? Oleh dokter aku divonis tiga bulan tidak boleh beranjak dari tempat tidur!! Oh…betapa sedihnya aku, sementara masa depan harus kukejar dengan kondisi seperti ini….

Aku beruntung punya orangtua yang sangat perhatian dan kasih sayang tinggi. Beliau bersedia mengantarku ke tempat tes di Bandung dengan merombak sedikit mobil Kijangnya agar bisa ditaruh kasur di atasnya. Hari Senin sore aku berangkat ke Bandung untuk mengikuti tes keesokan harinya. Selasa pagi, aku bersiap-siap berangkat dari hotel menuju lokasi tes di Jl. Gudang Utara Bandung. Seperti biasa sebelum tes sudah kusiapkan 10 batang pensil 2B, penghapus, meja jalan atau papan ukuran A4 untuk alas, dan rautan serta kartu ujian. Dengan gontai aku melangkah ke tempat ujian dan langsung mencari nomor tempat duduk sesuai dengan yang tertera di kartu ujian. Tanda waktu ujian dimulai, dengan kepala masih pusing aku mengerjakan soal demi soal semampuku. Soal-soal yang diujikan saat itu tidak jauh beda ketika menempuh ujian UMPTN (sekarang SPMB) dengan tingkat kesulitan satu tingkat lebih rendah. Kucoba jawab dengan cepat yang dapat dijawab, sementara soal-soal yang belum terjawab diabaikan dahulu. Waktu masih setengah jam menjelang ujian usai, kubaca lagi soal-soal yang belum terjawab, namun karena masih banyak, terpaksa ditembak saja satu persatu berdasarkan wawasan dan insting yang kumiliki. Waktu masih seperempat jam menjelang usai, tetapi kepalaku semakin pusing setelah hampir dua tigaperempat jam mengerjakan soal. Setelah kulihat semua soal dijawab, segera kutinggalkan bangku karena sudah tidak kuat menahan sakit. Bergegas aku keluar ruangan dan langsung mendarat di kasur yang tersedia di mobil. Sore itu langsung aku kembali ke Jakarta dengan kondisi kritis.

Hari demi hari berlalu, harap-harap cemas kumenanti hasil tes tertulis itu. Aku hanya berharap dari teman-teman yang kutitipi nomor tesku, moga-moga mereka membaca koran lokal setempat dan melihat pengumumannya. Seminggu berlalu, belum juga tanda-tanda hasil tes keluar, padahal panitia mengumumkan paling cepat seminggu telah keluar hasil tesnya. Malampun tiba, seseorang menelponku dan mengabari bahwa nomor tesku muncul pada pengumuman koran hari itu. Esoknya surat panggilan tes wawancara datang. Alhamdulillah, tahap kedua lolos, tinggal menanti tes wawancara (saat itu masih disebut Litsus, warisan Orde Baru terakhir yang masih berlaku). Biasanya sih 90% hampir dipastikan lulus bila telah melewati ujian tulis, dan jarang sekali gagal di wawancara, kecuali terdapat hal-hal yang mencurigakan dan dipandang dapat membahayakan keamanan negara.

Minggu berikutnya, aku kembali ke Bandung dengan kondisi yang masih belum normal. Sesampainya di Kantor Sospol untuk wawancara, ternyata antrian sudah panjang, sehingga aku terpaksa daftar antri, kemudian kembali ke hotel sambil menunggu waktu wawancara. Hari itu kurang lebih 350 orang diwawancara oleh tim Litsus yang terdiri dari aparat Pemda Propinsi Jawa Barat dan Bakorstanasda Jawa Barat. Peserta diminta mengisi form yang menunjukkan silsilah keluarga, aktivitas diri dan keluarga, CV singkat, dan materi lain seputar pribadi dan lingkungan tempat tinggal kita. Kemudian form tersebut diserahkan ke panitia, dan langsung di cross check kebenaran isiannya melalui wawancara. Di samping itu juga ditanya motivasi dan keinginan bekerja sebagai PNS, kesediaan ditempatkan di seluruh Indonesia, korupsi, dan lain-lain (maaf lupa), sekitar setengah jam lebih. Cuma gaji tidak ditanya, karena memang sudah ada Peraturan Pemerintah mengenai gaji, sehingga tidak ada tawar menawar soal gaji, hanya harus bersedia meneken kontrak dengan gaji sesuai PP.

Dua minggu berlalu, tukang pos yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Aku kembali lolos tes wawancara, dan bersiap untuk pemberkasan sebelum menerima SK CPNS. Pemberkasan adalah pengumpulan berkas-berkas administrasi asli yang diperlukan oleh seorang PNS. Kalau tidak salah ingat, kita diminta untuk mengisi form berisi riwayat hidup, riwayat pendidikan, surat pernyataan bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia, surat pernyataan tidak tersangkut kasus hukum, dan surat pernyataan lainnya (lupa), kemudian juga dilampirkan kembali kartu kuning asli dan legalisir, SKCK asli dan legalisir, Surat keterangan dokter dari pemerintah (bisa Puskesmas atau RSUD, dan dokter ybs harus punya NIP) asli dan legalisir, sekarang ditambah surat keterangan bebas narkoba dari dokter pemerintah juga (idem), ijazah dan transkrip legalisir, fotokopi KTP, dsb. (nanti juga disebutkan kalau lulus, makanya siapkan saja seluruh berkas administrasinya). Pemberkasan dilakukan di gedung aula Propinsi Jawa Barat dengan membawa seluruh dokumen administrasi.

Dua bulan kemudian, datang kembali surat panggilan terakhir untuk menerima SK CPNS. Dengan tetap berharap-harap cemas, aku datang memenuhi panggilan di Gedung Sate untuk mengambil salinan SK CPNS. Setelah semua peserta yang lolos seleksi berkumpul di aula Gedung Sate dan mendengarkan arahan singkat dari panitia, satu persatu nama peserta dipanggil dan dibagikan salinan SK CPNS sekaligus penempatan di unit kerja yang memerlukan. Begitu namaku dipanggil, langsung saja aku maju ke depan dan mengambil surat berisi SK CPNSku. Ku buka pelan-pelan, dan kubaca baris demi baris. Sempat terbayang seandainya ditempatkan di Jawa Barat bagian timur atau selatan, aku harus pindah dan cari tempat tinggal baru. Alhamdulillah, ternyata aku ditempatkan di Pemerintah Kota Bekasi, yang cukup dekat dengan rumahku di Jakarta, sehingga aku gak perlu cari rumah baru untuk sementara sebelum berkeluarga.

Seminggu setelah menerima SK, aku melapor ke Bagian Kepegawaian Pemkot Bekasi, dan setelah diberi pengarahan, aku ditugaskan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Sekali lagi, alhamdulillah, langkah awal menjadi PNS telah digapai, tinggal tahap berikutnya menjadi PNS 100% setelah melalui program Pra Jabatan.

About these ads

20 Tanggapan

  1. Salam kenal Mas..
    Waahh.. aku baru mau ikutan cpns di pemprov kepri. kebetulan formasinya cocok dengan jurusan kul ku. Untuk posisi itu, dibutuhkan 3 orang. Yang masih mengganjal keras di hatiku mengenai “nepotisme” seputar penerimaan cpns. Walaupun angin regormasi sudah bertiup kencang di bumi Indonesia ini, tapi desas desus nepotisme itu belum hilang. Itulah yang mengkhawatirkanku. Kalau bersaing secara fair aku siap. Aku sangat siap untuk itu, karena aku merasa memiliki kapasitas. Aku siap kalah atau menang asal fair.. tapi kalau harus bersaing dengan “nepotisme” itu, tak banyak yang aku bisa buat. gimana mas ya? apakah benar2 clear n clean prosesnya? sejauh mana yg mas tau mengenai itu? bls ke email ku aja mas.. thanks..

  2. Salam kenal juga,
    Yang saya alami so far clean n clear koq. Memang ada juga sih yang nitip2. Tapi percayalah, kalau nilai Anda memang tinggi, gak ada yang berani otak atik. Jangan berpikir yang lain2, fokus pada tes, kerjakan dengan baik. Bicara fair atau tidak, serahkan pada Tuhan. Kalau Tuhan menghendaki, Anda lulus walaupun banyak titipan, tetapi kalau Anda tidak lulus, berarti Tuhan menyelamatkan Anda dari bencana lebih besar ketika jadi PNS.
    Nepotisme, apalagi di daerah, setahu saya sih masih cukup kental, tapi tetap terbuka celah bagi yang murni koq. Yang penting be the best dalam ujian. Dan perhatikan faktor non teknis (lihat tips ujian tulis PNS) sebelum dan selama Anda tes.
    Selamat Berjuang dan saya doakan lulus.

  3. check out my blog at http://www.extrapreneur.wordpress.com

  4. just stopped by….

    Looking for something else, but fine website. All the best….

  5. alhamdulillah,, tahun 2008 ini aku lulus test CPNSD.
    Tips Lulus CPNSD :
    1. Doa
    2. Tawakal
    3. Usaha
    4. Pelajari Soal Prediksi
    5. Serahkan Semua Sama Allah SWT
    6. Tidak Sombong
    7. Tidak Banyak Bicara
    8. Rajin Sholat 5 waktu
    9. Rajin Sholat malam
    10.Harus Sabar
    11.Jangan gugup saat mengisi jawaban
    12.Yakin dengan jawaban sendiri
    13.Sabar
    14.Berdoa kepada ALLah SWT.
    15.Berdoa supaya lulus test CPNS

  6. kalau tes CPNS di DKI saya mah udah 5 kali gak lolos lolos. ????!!!!!!!!! . Tahun 2007 saya tes di depkes RI untuk penempatan di sulawesi tenggara saya langsung lolos murni tanpa embel-embel.pada hal saya lahir dan besar di tanjung priok.Jadi kalau kita mau jadi pengabdi negara dan masyarakat jangan cuma mau mengabdi di kota besar aja!!!

  7. sekedar share bukan mau sok ajarin
    kalo mau ada keinginan kita harus nazar
    saya nazar kalo saya jadi pns dan sukses saya mau membahagiakan ibu saya dan membiayai haji ibu saya
    selain itu minta doa orang tua juga sangat penting

    alhasil saya lulus di dua departemen
    sekarang saya tinggal bekerja keras dan memenuhi nazar saya, semoga ALLAH SWT mengabulkan semuanya

    AMIEN

  8. Assalamulaikum,
    terimakasih atas sharenya bung hendra, untuk nazar perlu di garisbawahi..

    hal tsb menurut saya yah(no offense yah) adalah sesuatu yang kurang di anjurkan, karena hanya jikalau nazar anda terpenuhi baru anda mau melakukan kebaikan(janji thd Allah), jika tidak kabul maka tidak di lakukan.. menurut saya itu adalah seperti melakukan jual-beli dengan Allah dan bagi saya itu adalah sifat pelit dalam diri dalam melakukan kebaikan. kalau saya pribadi walau tidak ke terima di PNS saya tetap akan meniatkan membiayai orang tua pergi haji, karena itu adalah bakti yang tak ternilai harganya dan amal yang sangat di sukai Allah, urusan rezki biar Allah yang mengatur, karena hanya Dia Maha Pengatur dengan kesempurnaan.

    Alhamdullih tahun ini saya lulus CPNS, tips saya:
    1. mohon doa orang tua itu pasti, karena ridho orang tua adalah ridhonya Allah. niatkan dengan niat yang baik jika ke terima di PNS bukan nazar yah.
    2. Usaha keras dengan belajar soal2 prediksi dan mencari informasi dari teman2 yang pernah lulus pns
    3. Sholat, gak usah di bilang karena udah kewajiban kita bagi yang muslim.
    4. banyakin sunnah yang di ajarkan Baginda Sayidina Muhammad, termasuk shalat sunnah nya (hajat, tahajud, duhaa, rawatib, dll) dan usahakan istiqomah ya..
    5. banyak hadir di majlis ilmu, dzikir dan sholawat.
    6. ikhlas dengan segala ketentuan (jika tidak lulus) hehehe.. ini yang harus di lakukan 3 tahun saya gagal cpns, namun yang ke empat, Alhamdullilah sukses.

    salam sukses dari saya. wassalam.

  9. Ass… ^^

    saya juga baru 2x buka situs mas dizzman ini dan saya sangat senang krn isinya bermanfaat bgt ^^ apa lg bagi saya yg baru keterima juga di Depkumham, saya juga mau sharing sedikit pengalaman waktu test cpns semoga berkenan:

    pertama kali saya tes cpns itu tahun 2008 setelah bulan mei saya lulus kuliah , saya tes untuk masuk BKN waktu itu and emng saya gagal waktu ujian tertulis dan saya maklum krn baru pertama kale mengikuti ujian seperti itu namun itu saya jdkan pengalaman berharga (seperti bagaimana cara cepat menjawab model soal yg menggunakan 1,2,3 = A 1,3 =B 2,4= C 4=D betul semua = E)

    dan tahun ini saya mengikuti 3 x tes cpns (UNRI, Depkumham, dan BPN) yg pertama emng tes cpns di UNRI saya berhasil lolos sampai ke tingkat wawancara namun pengumuman hasil tidak sesuai rencana keluar nya plus batas waktu keluarnya pun belum ditentukan dan hal itu membuat saya pesimis akan hasil nya (hal itu terbukti benar krn nama sy emng ngak tertera di pengumuman akhir) sehingga sy mengikuti tes di Depkumham dan BPN (ujiannya hanya berselisih 3 hari). Sebenarnya waktu itu saya lebih yakin akan lolos tes tertulis di BPN karena soal nya hanya 100 dan tingkat kesulitannya tidak setinggi UNRI dan Depkumham, selama menununggu pengumuman hasil sy maseh harap2 cemas namun sy selalu berdoa semoga di antara 3 tes yg sy ikuti lolos salah satu nya dan akan lolos dimana saya serahkan kepada Allah krn dlm hidup sy semua yg diberikan oleh Allah adalah yg terbaik bagi saya (itu terbukti sejak pemilihan masuk SMU sampai saat ini).

    Pada Tanggal 20 November malam sy bergegas ke warnet untuk melihat pengumuman lulus tes tertulis Depkumham yg katanya akan di keluarkan malam itu…. namun sayang ternyata setelah menunggu 2 jam sy tetap ngak bsia mengakses situs Depkumham T.T sy sedikit kecewa dan takut jgn2 kesalahan terdapat pada warnet tempat sy online namun setelah nanya ke teman katanya itu memang kesalahan pihak depkumham krn situs mereka lagi maintenance (mendengar itu saya sedikit lega… fuiiyh..) and katanya tgl 21 pagi baru pengumuman akan di keluarkan di situs katanya maka sejalk pagi jam 8 sy udh nongkrong di warnet tempat sy biasa online namun sekali lg sy kecewa krn ternyata pengumuman nya belum keluar juga sehingga sy memutuskan mengandalkan info dr teman saja apakah nomor sy keluar ato tidak (krn byk juga teman yg sy kenal waktu ujian itu) Hari itu juga jam 10.30 (mungkinm >.<) sy menerima sms dr teman bahwa dia tidak lulus namun sy lulus (betapa girang dan senang nya sy ) namun hal itu mash belum membuat sy yakin sehingga sy tanyakan lg ama teman yg lain dan ternyata hasilnya benar nama sy keluar di pengumuman (keyakinan sy baru naik sampai 90%) sy berniat nanti malam sy akan cek lg ke warnet langganan sy, dan benar saja waktu sy buka situs dan pengumumannya nama dan nomor ujian sy tertera disitu trs setahu saya pasti msh ada tahap wawancara sehingga sy liat lebih teliti lg kapan dan dimana tes wawancaranya namun ntah mengapa tidak sy temukan info itu sehingga sy liat halaman depan pengumuman dan ternyata disana tertulis "SELAMAT ANDA LULUS MENJADI CPNS DILINGKUNGAN DEPKUMHAM" melihat itu sy bener2 terkejut dan sempat bengong krn msh shock bahwa ternyata doa sy dan orang tua terkabul, mengingat apa yg bisa sy berikan nantinya ke orang tua membuat air mata sy ngak tertahankan lg jatuh mungkin org yg duduk disebelah sy bingung plus mikir napa nih org nangis namun bg sy susah untuk tidak menitikkan air mata krn hal itu bagi sy adalah Rahmat dan anugrah yg diberikan Allah kepada sy dan keluarga …..

    Saat ini sy maseh menunggu SK keluar krn pemberkasan telah selesai tgl 14 desember kemaren ^^ oh iya buat teman2 yg mau ikut mungkin sy ada sedikit tips mudah2an berguna gunakan penggaris pembulat yg untuk komputer itu sebagai bantuan dalam membulatkan kertas LJK karena sangat menghemat waktu (sy bisa 2 x lulus tertulis mungkin salah satunya krn itu) dan yg terakhir pelajari cara cepat menjawab model2 soal yg ada di CPNS (kayak yg sebab akibat, dan yang menggunakan 1,2,3,4)

    • Ass mas boby..
      Salam kenal.., aku berminat ikut depkemhum th ini…, sampai2 aku beli soal. bisa di bagi tips nya mas, soal2 seperti apa yg bny keluar…jujur ingin sekali rasanya membahagiakan orang tua…membuat bangga ortu…karena aku anak satu2nya dan kami bkn org berada…,S1 aku tempuh dng penuh perjuangan dan keringat, krn aku hrs kerja untuk biaya kuliah. alhmdlh bln juni kemarin aku lulus walu skr masih pny pinjaman dilembaga keuangan untuk biaya penyelesaian skripsi kemarin…….tp aku mash ttp bersyukur, terima kasih atas bantuannya..

  10. kalo gw perhatiin.. yang jadi PNS tuh pada pinter2.. apalagi gw perhatiin soal2 testnya.. weh bisa dibilang pada encer semua otaknya…

    TAPI,,,

    kenapa banyak oknum2 PNS ya?? yang kerjanya semaunya, gaji buta bahkan korupsi… ck ck ck…

    sayang banget usaha jadi PNS susah mati2an kalo udah jadinya malah korup…. MENYEDIHKAN..

    btw buat penulis… congrats.. tulisan loe buat gw terharu juga bacanya :)

  11. waah hebat yah mas dizzman..jd pengen cerita juga..saya fresh graduate diajak teman ikut tes cpns pemprov dki. iseng2 saya coba, daftar online 6 menit sebelum ditutup, kirim via pos pas hari terakhir, setelah dikirim saya baru sadar ternyata saya memasukkan ni ijazah yang berbeda ketika daftar online (yang saya masukan no skl bukan no ijazah, sementara saya lampirkan no ijazah via pos), ternyata saya lolos seleksi administrasi..kemudian tes tertulis dengan berbekal doa dan tidak belajar sama sekali..alhamdulillah lulus juga akhirnya,,hehee :)

  12. Salam mas dizzman,
    Sama kyk di atas, tulisan mas ini ckp bikin tharu trutama bag mas ikut tes saat sedang sakit tipes.
    Kalo saya sih cukup sering mampir ke blog mas ini, sambil harap2 cemas menanti komen2 saya di untung rugi jadi pns dan tentang daku dibalas, sayangnya belum dibalas2, hikz hikz..
    Makasih.

  13. Referensi buat yang mau test CPNS neh http://www.cpns-id.com/?id=masesu

  14. asslm.. Mas.. Kalo ingat kisah masa-masa sulit sebelum pns dulu, selalu semangat sy nyeritainnya, paling sakit hati kalo ada yg bilang, yg lulus tuh sudah ada garis tangannya, mungkin kamu bukan bernasib sbg pns..pdhal sampe termimpi untk jd pns..berkat doa yg sgt khusyu’ serta belajar yg rajin, alhmdllah akhirnya saya lulus juga mas.. Kayak mimpi rasanya, ajaib banget.

  15. (Srimuliani Handoyokusumo; Lolos PNS Guru di lingkungan Kemenag Berau)

    Berawal dari keinginan kuat untuk mengikuti test tertulis CPNS yang dilaksanakan oleh PEMDA Berau dimana saya tinggal, saya pun ikut berpartisipasi mengkutinya. Namun sebenarnya bukan sekedar hanya berpartisipasi tapi terlebih saya memang berkeinginan untuk menjadi seorang PNS. Waktu pun terus berjalan, karena tertanggal 5 Desember 2013 yang lalu saya pun mengikuti Test CPNS yang diselenggarakan oleh PEMDA Berau dengan harapan yang maksimal yaitu menjadi seorang PNS. Kini tanggal 18 Desember 2013, pengumuman test kelulusan tertulis itu diumumkan. Dengan sedikit rasa was-was dan bercampur tidak karuan menyelimuti pikiranku. Rasa pesimisku memang timbul, karena pengumuman yang di informasikan adalah tertanggal 11 Desember 2013 namun di undur tanggal 18 Desember 2013. Dengan mengucapkan BISMILLAH, aku pun masuk ke halaman kantor BKD untuk melihat hasil pengumuman test tertulis CPNS. Dan Syukur Alhamdulillah saya pun LULUS diurutan ke 3 dari 1 formasi yang aku ikuti di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Dan berikut peringkat screen shoot yang saya jepret menggunakan Ponsel kesayangku.

    Puji Syukur tak henti-hentinya aku panjatkan ke Hadirat Allah SWT, atas rezeki yang diberikan kepadaku. Semua hasil ini saya ucapkan terimakasih kepada :

    1. ALLAH SWT; karena KepadaNya kita mengemis dan memohon.

    2. Suami dan Anak [DikMa]; Dukungan Do’anya sangat berharga dalam pencapaian saat ini.

    3. Orang Tua, Saudara-saudaraku; Tetap mensupport aku selama 3 bulan terakhir ini, terimakasih Mama, terima kasih Kakak Perempuan ku, terima kasih Kakak Laki-laki ku tak terlepas juga buat teman-temanku terimakasih semuanya.

    4. Terimakasih untuk khususnya Bpk.IR.AGUS SUTIADI M.SI beliau selaku petinggi BKN PUSAT,dan dialah membantu kelulusan saya selama ini,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.anda ingin LULUS seperti saya silahkan anda hubungi nomor bpk IR.AGUS SUTIADI M.SI,0852-3687-2555.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 66 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: